Minggu, 13 Januari 2019

BAB XI Fungsi morfem imbuhan, fungsi morfem ulang dan fungsi morfem konstruksi majemuk


BAB XI 


Fungsi morfem imbuhan, fungsi morfem ulang, dan fungsi morfem konstruksi 
majemuk
    v Fungsi morfem imbuhan
Menurut Muslich, 2008: 94-97 dalam pembicaraan morfologi, fungsi fonem adalah kemampuan morfem untuk membentuk kelas-kelas kata tertentu. Dalam bahasa Indonesia, ada morfem-morfem yang dapat membentuk kelas kata baru.
Hal tersebut dapat terjadi karena adanya beberapa proses seperti di bawah ini:
       1.      Fungsi Morfem Imbuhan (Afiks)   
Menurut Muslich, 2008: 95 dalam hal ini fungsi afiks atau imbuhan dibagi menjadi 3, yaitu:
a.       Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata benda
Adapun morfem imbuhan pembentuk kata benda ialah {peN-}, {per-}, {pe-}, {-an}, {-wan}, {ke-an}, {peN-an}, {per-an}, {-el-}.
Contoh :
Morfem Imbuhan
Kata Dasar + Kelas Kata
Hasil Bentukan + Kelas Kata
peN-
Tulis   (Kerja)
Penulis   (Benda)
per-
Tapa   (Kerja)
Pertapa   (Benda)
-an
Makan   (Kerja)
Makanan   (Benda)
wan-
Olahraga   (Kerja)
Olahragawan   (Benda)
per-an
Atur    (Kerja)
Peraturan    (Benda)
peN-an
Beri    (Kerja)
Pemberian   (Benda)
ke-an
Abadi   (Sifat)
Keabadian    (Benda)
(Muslich, 2008: 95)                                              

b.      Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata kerja
Adapun morfem imbuhan pembentuk kata kerja ialah {meN-}, {ber-}, {di-}, {ter-}, {meN-kan}, {meN-i}, {di-kan}, {di-i}. {ter-kan}, dan {ke-an}.
Contoh:
Morfem Imbuhan
Kata Dasar + Kelas Kata
Hasil Bentukan + Kelas Kata
ber-
Layar    (Benda)
Berlayar    (Kerja)
meN-
Putih   (Sifat)
Memutih   (Kerja)
ter-
Gunting  (Benda)
Tergunting   (Kerja)
ter-i
Ludah    (Benda)
Terludahi   (Kerja)
di-kan
Besar   (Sifat)
Dibesarkan   (Kerja)
di-
Gunting   (Benda)
Digunting    (Kerja)
meN-kan
Tinggi   (Sifat)
Meninggikan    (Kerja)
(Muslich, 2008: 96)                                               
  
c.       Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata sifat
Adapun morfem imbuhan pembentuk kata sifat ialah {meN-}, {ber-}, {ter-}, {peN-}, {ke-an}, {-em-}.
Contoh:
Morfem Imbuhan
Kata Dasar + Kelas Kata
Hasil Bentukan + Kelas Kata
ber-
Satu    (Benda)
Bersatu    (Sifat)
meN-
Kantuk    (Benda)
Mengantuk    (Sifat)
-em-
Getar    (Benda)
Gemetar    (Sifat)
ter-
Ikat   (Kerja)
Terikat   (Sifat)
peN-
Malu   (Sifat)
Pemalu   (Sifat)
ke-an
Girang   (Sifat)
Kegirangan (Sifat)
 (Muslich, 2008: 97)                                            

    v Fungsi morfem ulang

Menurut Muslich, 2008: 97 fungsi morfem ulang dibagi menjadi dua, yakni:
1.      Morfem ulang sebagai pembentukan kata benda.
Bentuk yang akan dibendakan bisa disebut mengalami proses nominalisasi lazimnya berkelas kata kerja, terutama kata kerja yang sudah berafiks.
Bentuk dasar
Kelas kata
Bentuk ulang
Kelas kata
Menjahit
Berbaris
Menulis
Memotret
Berhias
Kata kerja
Kata kerja
Kata kerja
Kata kerja
Kata kerja
Jehit-menjahit
Baris-berbaris
Tulis-menulis
Potret-memotret
Hias-berhias
Kata benda
Kata benda
Kata benda
Kata benda
Kata benda
                                                                        (Muslich, 2008: 98)
2.      Morfe ulang sebagai pembentukan kata tugas/sarana
Dalam tuturan anaknya cantic-cantik dan gurunya galak-galak, cantic-cantik, dan galak-galak tetap berkelas kata sifat seperti bentuk dasarnya, yaitu cantic dan galak. Tetapi, dalam contoh dibawah ini, persoalannya lain:
Bentuk dasar
Kelas kata
Bentuk ulang
Kelas kata
Cepat
Jauh
Masak (buah)
Jelas
Mula ‘awal’
Benar
sampai
Kata sifat
Kata sifat
Kata sifat
Kata sifat
Kata benda
Kata sifat
Kata kerja
Cepat-cepat dengan cepat
Jauh-jauh ‘sampai jauh’
Masak-masak (pikir)
Jelas-jelas ‘pasti’
Mula-mula ‘pada awalnya’
Benar-benar
Sampai-sampai

Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
                                                      (Muslich, 2008: 98)

    v Fungsi morfem konstruksi majemuk
Menurut Muslich, 2008: 99 kata tanah adalah kata benda, kata air juga kata benda. Bentuk majemuknya, tanah air adalah juga berkelas kata benda. Contoh serupa adalah darah daging, suami istri, anak cucu, kutu bubu, rem angina, doa restu, dan lain-lain.
Contoh:
Kata Dasar + Kata dasar
Komposisi
Darah (N)
Daging (N)
Darah daging (Kt. Benda)
Suami (N)
Istri (N)
Suami istri  (Kt. Benda)
Anak (N)
Cucu (N)
Anak cucu (Kt. Benda)
Kambing (N)
Hitam (Adj)
Kambing hitam (Kt. Benda)
(Sumber tabel: Muslich, 2015: 98)                                                 

Dalam contoh kamibng hitam, unsur’kambing’ itu kata benda dan ‘hitam’ kata sifat. Setelah kedua unsur berpadu, kelas ‘kambing-lah’ yang menang, sebab ‘kambing hitam bersidat kata benda.
Bisa disimpulkan bahwa morfem dalam konstruksi majemuk bisa berubah kelas katanya. Perubahan itu diakibatkan oleh penggabungan unsur-unsurnya. Kelas kata bentuk majemuk, di samping bisa sama persis dengan kedua unsurnya, bisa pula sama dengan salah satu unsurnya, bahkan berbeda sama sekali dari unsur-unsurnya.       



Daftar Pustaka
Muslich, Mansur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB XIII Problema morfologis dalam bahsa indonesia

BAB XIII Problema morfologis dalam Bahasa Indonesia Menurut Muslich, 2008: 131 pemakaian kata dalam bahasa Indonesia juga menimbu...