BAB XI
Fungsi morfem imbuhan, fungsi
morfem ulang, dan fungsi morfem konstruksi
majemuk
v Fungsi morfem imbuhan
Menurut Muslich, 2008: 94-97 dalam pembicaraan morfologi, fungsi
fonem adalah kemampuan morfem untuk membentuk kelas-kelas kata tertentu. Dalam
bahasa Indonesia, ada morfem-morfem yang dapat membentuk kelas kata baru.
Hal tersebut dapat terjadi
karena adanya beberapa proses seperti di bawah ini:
1.
Fungsi Morfem Imbuhan (Afiks)
Menurut Muslich, 2008: 95 dalam hal ini fungsi afiks atau imbuhan
dibagi menjadi 3, yaitu:
a.
Morfem imbuhan sebagai
pembentuk kata benda
Adapun morfem imbuhan
pembentuk kata benda ialah {peN-}, {per-}, {pe-}, {-an}, {-wan}, {ke-an},
{peN-an}, {per-an}, {-el-}.
Contoh :
|
Morfem Imbuhan
|
Kata Dasar + Kelas Kata
|
Hasil Bentukan + Kelas Kata
|
|
peN-
|
Tulis
(Kerja)
|
Penulis
(Benda)
|
|
per-
|
Tapa
(Kerja)
|
Pertapa
(Benda)
|
|
-an
|
Makan
(Kerja)
|
Makanan
(Benda)
|
|
wan-
|
Olahraga
(Kerja)
|
Olahragawan
(Benda)
|
|
per-an
|
Atur (Kerja)
|
Peraturan
(Benda)
|
|
peN-an
|
Beri
(Kerja)
|
Pemberian
(Benda)
|
|
ke-an
|
Abadi (Sifat)
|
Keabadian
(Benda)
|
(Muslich, 2008: 95)
b.
Morfem imbuhan sebagai
pembentuk kata kerja
Adapun morfem imbuhan
pembentuk kata kerja ialah {meN-}, {ber-}, {di-}, {ter-}, {meN-kan}, {meN-i},
{di-kan}, {di-i}. {ter-kan}, dan {ke-an}.
Contoh:
|
Morfem Imbuhan
|
Kata Dasar + Kelas Kata
|
Hasil Bentukan + Kelas Kata
|
|
ber-
|
Layar
(Benda)
|
Berlayar
(Kerja)
|
|
meN-
|
Putih
(Sifat)
|
Memutih
(Kerja)
|
|
ter-
|
Gunting
(Benda)
|
Tergunting
(Kerja)
|
|
ter-i
|
Ludah
(Benda)
|
Terludahi
(Kerja)
|
|
di-kan
|
Besar
(Sifat)
|
Dibesarkan
(Kerja)
|
|
di-
|
Gunting
(Benda)
|
Digunting
(Kerja)
|
|
meN-kan
|
Tinggi
(Sifat)
|
Meninggikan
(Kerja)
|
(Muslich, 2008: 96)
c.
Morfem imbuhan sebagai
pembentuk kata sifat
Adapun morfem imbuhan
pembentuk kata sifat ialah {meN-}, {ber-}, {ter-}, {peN-}, {ke-an}, {-em-}.
Contoh:
|
Morfem Imbuhan
|
Kata Dasar + Kelas Kata
|
Hasil Bentukan + Kelas Kata
|
|
ber-
|
Satu
(Benda)
|
Bersatu
(Sifat)
|
|
meN-
|
Kantuk
(Benda)
|
Mengantuk
(Sifat)
|
|
-em-
|
Getar
(Benda)
|
Gemetar
(Sifat)
|
|
ter-
|
Ikat
(Kerja)
|
Terikat
(Sifat)
|
|
peN-
|
Malu
(Sifat)
|
Pemalu
(Sifat)
|
|
ke-an
|
Girang
(Sifat)
|
Kegirangan (Sifat)
|
(Muslich, 2008: 97)
v Fungsi morfem ulang
Menurut Muslich, 2008: 97 fungsi morfem ulang dibagi menjadi dua,
yakni:
1.
Morfem ulang sebagai
pembentukan kata benda.
Bentuk yang akan dibendakan
bisa disebut mengalami proses nominalisasi
lazimnya berkelas kata kerja, terutama kata kerja yang sudah berafiks.
|
Bentuk dasar
|
Kelas kata
|
Bentuk ulang
|
Kelas kata
|
|
Menjahit
Berbaris
Menulis
Memotret
Berhias
|
Kata kerja
Kata
kerja
Kata
kerja
Kata
kerja
Kata
kerja
|
Jehit-menjahit
Baris-berbaris
Tulis-menulis
Potret-memotret
Hias-berhias
|
Kata
benda
Kata
benda
Kata
benda
Kata
benda
Kata
benda
|
(Muslich,
2008: 98)
2.
Morfe ulang sebagai
pembentukan kata tugas/sarana
Dalam tuturan anaknya
cantic-cantik dan gurunya galak-galak,
cantic-cantik, dan galak-galak tetap berkelas kata sifat seperti bentuk
dasarnya, yaitu cantic dan galak. Tetapi, dalam contoh dibawah ini,
persoalannya lain:
|
Bentuk
dasar
|
Kelas
kata
|
Bentuk
ulang
|
Kelas
kata
|
|
Cepat
Jauh
Masak (buah)
Jelas
Mula ‘awal’
Benar
sampai
|
Kata sifat
Kata sifat
Kata sifat
Kata sifat
Kata benda
Kata sifat
Kata kerja
|
Cepat-cepat
dengan cepat
Jauh-jauh
‘sampai jauh’
Masak-masak
(pikir)
Jelas-jelas
‘pasti’
Mula-mula
‘pada awalnya’
Benar-benar
Sampai-sampai
|
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
Kata tugas
|
(Muslich,
2008: 98)
v Fungsi morfem konstruksi majemuk
Menurut Muslich, 2008: 99 kata tanah adalah kata benda, kata air
juga kata benda. Bentuk majemuknya, tanah
air adalah juga berkelas kata benda. Contoh serupa adalah darah daging, suami istri, anak cucu, kutu
bubu, rem angina, doa restu, dan lain-lain.
Contoh:
|
Kata Dasar + Kata dasar
|
Komposisi
|
|
|
Darah
(N)
|
Daging
(N)
|
Darah
daging (Kt. Benda)
|
|
Suami
(N)
|
Istri
(N)
|
Suami
istri (Kt. Benda)
|
|
Anak
(N)
|
Cucu
(N)
|
Anak
cucu (Kt. Benda)
|
|
Kambing
(N)
|
Hitam
(Adj)
|
Kambing
hitam (Kt. Benda)
|
(Sumber tabel: Muslich, 2015:
98)
Dalam contoh kamibng hitam, unsur’kambing’ itu kata
benda dan ‘hitam’ kata sifat. Setelah kedua unsur berpadu, kelas ‘kambing-lah’
yang menang, sebab ‘kambing hitam bersidat kata benda.
Bisa disimpulkan bahwa morfem
dalam konstruksi majemuk bisa berubah kelas katanya. Perubahan itu diakibatkan
oleh penggabungan unsur-unsurnya. Kelas kata bentuk majemuk, di samping bisa
sama persis dengan kedua unsurnya, bisa pula sama dengan salah satu unsurnya,
bahkan berbeda sama sekali dari unsur-unsurnya.
Daftar
Pustaka
Muslich, Mansur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar